Info Bantaeng — Bencana banjir melanda Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, selama dua hari berturut-turut, Senin–Selasa (1–2/12/2025). Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah ini sejak akhir pekan menyebabkan sejumlah ruas jalan, permukiman, dan lahan pertanian terendam.

Wakil Bupati Bantaeng, Sahabuddin, menanggapi kejadian ini dengan penuh keprihatinan. Ia menyebut bahwa upaya maksimal telah dilakukan pemerintah daerah, namun kondisi alam yang ekstrem membuat penanganan menjadi terbatas.
“Hanya doa yang bisa menalangi. Kita sudah menyiapkan tim tanggap darurat, perahu karet, dan logistik bantuan. Namun intensitas hujan yang tinggi membuat air cepat naik,” ujar Wabup Sahabuddin, Selasa (2/12/2025).
Permukiman dan Infrastruktur Terendam
Hujan deras yang berlangsung sejak Senin malam menyebabkan air meluap dari sungai dan saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air. Beberapa wilayah terdampak antara lain Kecamatan Bantaeng, Eremerasa, dan Tompobulu. Warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk ke rumah kerabat dan balai desa.
Baca Juga : Dinas Sosial Bantaeng Terima Bantuan Pemprov Sulsel untuk Korban Banjir
Seorang warga, Nurhalimah (38), menyebut rumahnya terendam hingga setengah meter. “Kami hanya bisa menyelamatkan barang-barang penting dan menunggu bantuan datang. Banjir datang begitu cepat,” ungkapnya.
Upaya Pemerintah Daerah
Pemkab Bantaeng melalui BPBD setempat mengerahkan personel untuk membantu evakuasi warga terdampak serta mendistribusikan bantuan pangan dan air bersih. Perahu karet juga disiapkan untuk menyalurkan bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau.
Kepala BPBD Bantaeng, Idris, menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau debit sungai dan potensi banjir susulan. “Tim siaga selalu siap 24 jam. Kami juga mengimbau warga tetap waspada dan menghindari daerah rawan banjir,” ujarnya.
Pesan Wabup untuk Warga
Wabup Sahabuddin menekankan pentingnya kewaspadaan warga, terutama menjelang musim hujan puncak. Ia juga mengajak masyarakat bersatu membantu sesama terdampak banjir.
“Kita berharap hujan segera mereda, dan semua warga bisa kembali ke aktivitas normal. Untuk saat ini, yang bisa kita lakukan adalah berdoa dan saling membantu,” kata Wabup.
Harapan Pemulihan
Pemerintah daerah berencana melakukan evaluasi infrastruktur drainase dan penguatan tanggul sungai setelah banjir surut. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir di masa mendatang dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

















